Nyawa 20 ABK dalam Bahaya

Seluruh 20 warga negara Indonesia anak buah kapal (ABK) MV Sinar Kudus yang disandera perompak Somalia kembali berada dalam bahaya. Bajak laut yang sempat memperlakukan sandera dengan baik setelah ada kesepakatan tebusan, kemarin mengancam lagi.

Mereka jengkel karena hingga tadi malam PT Samudera Indonesia (SI) selaku pemilik kapal belum memberikan kepastian mengenai bagaimana tata cara pengiriman uang tebusan 3 juta dolar AS yang telah disepakati.

Justru, kata salah seorang lanun, saat ini sebuah kapal perang yang dilengkapi helikopter tengah mengintai mereka. Perompak itu menduga kapal yang berada 5—10 mil laut (sekitar 18,5 kilometer) di dekat kapal Sinar Kudus itu merupakan kapal Indonesia.

“Warship (kapal perang) ini dilengkapi dengan helikopter. Saat ini mereka belum menyerang. Mereka hanya mendekat. Bilang sama perusahaan itu (Samudera Indonesia) untuk menepati janji mereka secepatnya. Nasib para kru kapal tergantung akan apa yang mereka lakukan,” kata Salool, salah seorang perompak, kepada Media Indonesia (grup Lampung Post), kemarin siang.

Pembicaraan dengan Salool berawal ketika Media Indonesia bermaksud menelepon kapten kapal Sinar Kudus Slamet Juari untuk mengetahui perkembangan terakhir. Namun, telepon diangkat oleh seseorang dalam bahasa Inggris dengan logat Somali bernama Salool.

“Anda tidak bisa berbicara dengan kru kapal sekarang. Anda tidak bisa berbicara dengan mereka hari ini,” ujar Salool.

Dia lalu mengatakan PT SI telah menjanjikan pengiriman uang tebusan 3 juta dolar AS mulai Senin (hari ini). Walaupun begitu, hingga kemarin PT SI belum memberi kepastian bagaimana uang tersebut akan dikirim.

Sebuah kapal perang yang menurut Salool berasal dari Indonesia justru tengah mendekati kapal yang dibajak 35 perompak Somalia yang dipimpin Mohamed Salah sejak 16 Maret 2011 tersebut. “Apabila kapal perang itu menyerang kami, kru Anda yang akan mendapatkan masalah,” kata Salool mengancam.

Pihak PT Samudera Indonesia mengaku tidak mengetahui tentang operasi militer untuk menyelamatkan para anak buah kapal WNI. Direktur Eksekutif PT SI Asmari Herry mengatakan perusahaan lebih menomorsatukan keselamatan kru kapal sehingga menyiapkan uang tebusan.

“Kami tidak bisa bicara tentang kapan dan mekanismenya. Perompak Somalia yang selama ini menghubungi kami. Kami tidak bisa menelepon ke mereka. Baguslah kalau Anda bisa menelepon ke sana,” kata Asmari.

PT SI pun mengatakan belum bisa menyanggupi apakah uang tebusan tuntutan perompak 3 juta dolar AS akan dikirim minggu ini melalui helikopter. “Kami belum bisa menyanggupi karena tuntutan itu belum sampai ke kami.

Lintasberita