BMT-UMY Berikan Pendampingan Manajemen Keuangan kepada Masyarakat

Baitul Maal wa-at Tamwil (BMT) tidak sekedar memberikan pinjaman modal atau financing tetapi juga memberikan pendampingan bagaimana mengelola keuangan yang baik kepada masyarakat. Melalui BMT, masyarakat menjadi lebih mengetahui menajemen keuangan yang baik karena mereka tidak hanya memperoleh pinjaman modal tetapi juga mendapatkan tambahan ilmu sehingga mereka pun tidak kesulitan dalam mengembalikan pinjaman tersebut.

Demikian disampaikan Pengelola Baitul Maal wa-at TamwilUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta (BMT-UMY) Dr. Suryo Pratolo, M.Si, Akt ditemui di Kampus Terpadu UMY.

Lebih lanjut Suryo menguraikan, BMT UMY berupaya memberdayakan ekonomi masyarakat kecil serta berusaha menjauhkan masyarakat dari rentenir. “Sehingga ketika mereka mengajukan pinjaman, BMT tidak hanya sekadar memberikan pinjaman tetapi juga ada pendampingan. Misalnya ketika BMT UMY mengetahui ada manajemen keuangan yang kurang benar dalam masyarakat, maka akan kita dampingi agar menjadi lebih baik,”paparnya.

Suryo menguraikan sebenarnya BMT UMY sudah ada sejak tujuh tahun yang lalu. “Sekitar tahun 2003 BMT ini telah ada di bawah naungan Fakultas Ekonomi (FE) UMY sebagai upaya untuk memudahkan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmunya. Mahasiswa FE bisa magang di sini. Berawal dari itulah kemudian dikembangkan menjdi lebih besar lagi. Dengan nasabah tidak hanya mahasiswa tetapi juga dosen dan karyawan bahkan masyarakat sekitar UMY,”urainya.

Saat ini BMT UMY juga melayani kredit Laptop, HP ( Nokia, Samsung & Blackberry ) bagi mahasiswa UMY dengan jangka waktu kredit maksimal 1 tahun / 12 bulan dengan  bunga yang sangat rendah.

Dosen FE UMY ini menambahkan saat ini BMT UMY telah memiliki nasabah di berbagai tempat. “Mulai dari PKU Muhammadiyah, Masyarakat sekitar UMY seperti di Pasar Gamping dan Niten. Kemudian Mualimat serta belum lama ini di SD Muhammadiyah Suronatan.” Jelasnya.

Ke depan, BMT ini akan dikembangkan pada tiap provinsi atau karisidenan di Indonesia. Dimana pengelola disyaratkan harus alumni UMY. “Hal ini dilakukan agar para alumni yang belum memperoleh pekerjaan dapat bekerja sama untuk mendirikan BMT di tempat tinggalnya. Sehingga jumlah pengangguran juga semakin berkurang,”harapnya.

Ketika disinggung kelebihan BMT dibandingkan bank konvensional ataupun koperasi, menurutnya BMT tidak hanya berfungsi sebagai bank tetapi juga baitul mall. “Dimana baitul mall merupakan kegiatan yang menyalurkan zakat, infak maupun shodaqoh,”tuturnya.