Bos IMF Akhirnya Mengundurkan Diri

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya setelah ditahan sejak akhir pekan lalu.

Strauss-Kahn berniat mencurahkan seluruh energinya untuk menghadapi kasus yang menimpanya. Strauss-Kahn ditahan polisi New York Sabtu (14/5) pekan lalu setelah dilaporkan seorang pelayan hotel akibat tuduhan penyerangan seksual. Surat pengunduran diri mantan Menteri Keuangan Prancis itu telah dikirimkan resmi kepada Dewan Eksekutif IMF. Dalam suratnya, Strauss- Kahn mengatakan ingin melindungi kehormatan lembaga donor itu.Meski begitu,pria 62 tahun tersebut tetap menyangkal semua tuduhan kejahatan seksual yang diarahkan kepadanya.

”Saya menyangkal dengan tegas semua tuduhan yang telah dibuat terhadap saya,”ujar Strauss-Kahn dalam surat pengunduran diri yang dirilis IMF kemarin WIB. Strauss-Kahn mengatakan akan mengajukan jaminan untuk kedua kalinya dengan nilai USD1 juta agar ditempatkan sebagai tahanan rumah dengan pengawasan 24 jam. Menurut pengacaranya, pengajuan tahanan rumah tersebut disampaikan hingga pengadilan menggelar sidang lanjutan. Terkait pengunduran diri itu,IMF akan berunding dalam waktu dekat untuk memilih pengganti Strauss-Kahn.

IMF telah mengangkat pejabat sementara Direktur Pelaksana John Lipsky sebagai pengganti. Pascapengunduran diri Strauss-Kahn, isu suksesi kepemimpinan IMF terus berembus kencang. Otoritas di sejumlah negara anggota IMF mendesak agar pengganti Strauss-Kahn segera ditunjuk. Jepang dan China kemarin menyerukan agar membuka proses pencalonan untuk posisi nomor satu di IMF secara transparan dan berdasarkan kepatutan. Hal ini disampaikan sebagai upaya terselubung dalam menentang dominasi Eropa atau Amerika Serikat di lembaga keuangan dunia.

Sebelumnya Afrika Selatan (Afsel), Brasil, dan Meksiko terang-terangan menyatakan ingin mendapatkan kesempatan lebih banyak di IMF sebagai bentuk keterwakilan kepentingan negara-negara berkembang. ”Seperti disepakati pada G-20,kepala lembaga keuangan internasional dan para pemimpin senior harus dipilih berdasarkan kemampuan mereka melalui proses terbuka dan transparan,” ujar Menkeu Jepang Yoshihiko Noda. Namun, keinginan negara berkembang tampaknya harus berhadapan dengan Eropa yang berambisi menjadi pengendali IMF.Menteri Keuangan Prancis Christine Lagarde kemarin menyatakan setiap kemungkinan calon harus berasal dari Eropa. Lagarde disebut- sebut sebagai kandidat pengganti Strauss-Kahn.

Menteri Muda Transportasi Prancis Anders Borg mendukung sepenuhnya pencalonan Lagarde. Menurutnya, Lagarde pantas menjadi kandidat karena selain lancar berbahas Inggris, dia juga pernah memimpin firma hukum di Chicago sebelum bergabung dengan pemerintahan Prancis. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, secara umum negara berkembang memiliki hak untuk menduduki posisi nomor satu di IMF maupun Bank Dunia.Kendati demikian, Merkel menekankan, sangat penting mendorong suksesor dari Eropa secepatnya.“ Saya akan berada di belakangan kandidat Eropa yang akan memimpin IMF,” kata Merkel kemarin.

Meski tidak menyebutkan siapa nama yang pantas untuk dicalonkan, Merkel menilai, saat ini yang harus didahulukan adalah bersikap cepat untuk mengatasi masalah yang menimpa Zona Euro. Pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) Nout Wellink mengatakan, suksesi di IMF akan berjalan fantastis jika Gubernur ECB Jean Claude Trichet mencalonkan diri.

Hanya saja,Trichet diperkirakan terganjal usia karena berdasarkan peraturan calon Direktur Pelaksana IMF harus berumur kurang dari 65 tahun, sementara Trichet saat ini sudah 68 tahun. Rtr/AFP/yanto kusdiantono

Lintasberita from Sindo