Cadangan Devisa Indonesia Naik pada Agustus 2016

Bank sentral Indonesia (Bank Indonesia) melaporkan bahwa cadangan devisa negara naik dari USD $ 2,1 Milyar menjadi USD $ 113,5 Milyar pada bulan Agustus 2016 dimana itu didapat dari pendapatan pajak, pendapatan minyak dan ekspor gas, penarikan hutang luar negeri publik, dan penjualan mata uang asing Indonesia Securities Bank (SBBIs). Arus masuk mata uang asing melebihi jumlah yang harus dibayar pihak authoriti Indonesia untuk penyelesaian hutang luar negeri dan jatuh tempo SBBIs.

cadangan devisa indonesia - BI

Dalam pernyataan yang dirilis Bank Indonesia, BI menyatakan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia bulan kemarin (Agustus 2016) memadai untuk cover 8,7 bulan impor atau 8,3 bulan impor dan pembayaran hutang-hutang  luar negeri pemerintah Indonesia. Data ini dianggap sebagai jauh di atas standar internasional cadangan kecukupan untuk tiga bulan impor. Ini berarti bahwa cadangan devisa Indonesia cukup untuk melindungi ekonomi domestik terhadap faktor eksternal dan menjaga kelangsungan perekonomian Indonesia di masa-masa mendatang.

Ini adalah bulan ketiga berturut-turut cadangan devisa tumbuh dalam perekonomian terbesar di Asia Tenggara, dan pertumbuhan bulanan tertinggi sejauh tahun 2016 berjalan.

Sementara itu, Rupiah Indonesia telah menjadi salah satu mata uang yang terkuat diantara mata uang emerging market tahun ini, dengan nilai tukar sekitar 5 persen terhadap dolar AS, didukung oleh arus masuk modal ke dalam saham dan obligasi pasar lokal (portfolio investasi). Arus masuk ini berhasil menstabilkan rupiah dan mengurangi kebutuhan Bank Indonesia untuk melakukan intervensi di pasar uang.

Simak dan pantau pergerakan Rupiah tehadap Dollar AS di Langit Forex ( http://www.langitforex.com/kurs-dollar-hari-ini.html ).

Cadangan Devisa Indonesia 2008 – 2016 :

   2008  2009  2010  2011  2012  2013  2014  2015  2016
Foreign Exchange
Reserves¹
 51.6  66.1  96.2 110.1 112.8  99.4 111.9 105.9 113.5²

¹ dalam miliar USD dolar pada akhir tahun

² per Agustus 2016

Sumber: Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo baru-baru ini menyatakan bahwa arus masuk ke Indonesia dalam delapan bulan pertama tahun ini mencapai Rp 162 Triliun ( Sekitar US $ 12,4 Milyar ), jauh lebih banyak daripada Rp 43 triliun senilai arus masuk pada periode yang sama tahun sebelumnya, dimana hal ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Arus masuk dapat tumbuh di bulan depan setelah program amnesti pajak Indonesia mulai mendapatkan beberapa momentum. Namun, kenaikan suku bunga AS sebelum akhir tahun dapat menyebabkan sejumlah besar arus keluar.

Kurs rupiah acuan Bank Indonesia ( Rate Jakarta Interbank Spot Dollar atau disingkat JISDOR ) menyusut 0,03 persen menjadi Rp 13.090 per dollar AS pada Kamis (08/09).