Iuran TV dan Pajak Radio

Wah bener juga ya ( terinspirasi dari tulisan Mas Sugeng Harjono di http://sgharjono.wordpress.com/2011/02/25/modemku-gak-pernah-mbayar-pajak/, mungkin ada yang pernah ngalamin nih pada zamannya dulu Pemerintah kita Indonesia pernah menarik pajak dari Iuran TV dan Radio, saya juga agak lupa-lupa ingat karena waktu itu masih kecil memang pernah ada sich iuran TV yang ditarik setiap bulan, cara penarikannya kalau ga salah dengan blangko kosong terus kemudian ditempeli cap atau semacam perangko yang berarti bahwa kita sudah bayar iuran TV setiap bulannya. Mengenai besarannya saya kurang ingat benar.

Bisa dibayangkan tidak jika kebijakan itu diterapkan pada zaman sekarang, mungkin banyak sekali pendapatan dari pajak Iuran TV yang bisa ditarik pemerintah. Misalkan sekarang kita ditarik Iuran TV Rp.5.000 setiap bulan dan dikalikan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mempunyai televisi anggap saja ada 100 juta Televisi ┬ájadi sekitar Rp. 500.000.000.000 wah berapa tuh ya ? 500 Milyar setiap bulan nya. Berarti setelah 2 Bulan akan terkumpul dana sekitar 1 Trilyun ( 1 Trilyun = Rp. 1.000.000.000.000 <<<—— kalau ga salah nich sbb ga pernah ngitung uang sampe sebanyak itu >.< ). Berarti dalam waktu satu tahun bisa terkumpul sekitar 6 Trilyun itupun hanya dengan jumlah penduduk Indonesia yang mempunyai 100 jt Televisi, sebab kalau kata om google jumlah penduduk Indonesia yang memiliki Televisi tidak kurang dari 150jt.

Sedangkan utang negara kita saat ini pada tahun 2011 ditaksir sekitar 164 Trilyun Rupiah. Berarti dengan pendapatan dari Iuran Pajak Televisi tadi bisa sangat membantu bagi negara kita untuk bisa dapat membayar utang negara ini, walaupun jelas tidak mungkin membayar utang hanya dengan mengandalkan pajak dari Iuran Televisi ini. Tapi kalau saya setuju banget kalau Pajak / iuran TV diadain lagi, karena lumayan bisa bantu-bantu negara dalam mencicil utangnya, sebab daripada utang itu kian menumpuk toh akhirnya juga kita atau bahkan sampai anak/cucu kita yang terbebani nya di kemudian hari.

Jangan kan hanya Rp.5.000 jika iuran itu dinaikan menjadi Rp.50.000 saja saya masih ikhlas membayarnya, asalkan benar-benar dikelola dengan baik dan tanpa dikorupsi sedikit pun. Saya juga yakin jika dijelaskan dengan baik dan benar kepada masyarakat Indonesia serta Pemerintah mampu menjamin bahwa dana tersebut tidak akan disalah gunakan karena tujuan penarikan Iuran Pajak TV dan Radio digunakan untuk membantu mengurangi utang Indonesia, saya kira warga negara kita akan bersedia dengan ikhlas membayar. Karena saya juga yakin walaupun Pemerintah kita mungkin saat ini sulit dapat dipercaya dalam hal pajak apalagi setelah adanya kasus mafia pajak Gayus, tapi masih banyak warga Indonesia yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi untuk dapat membantu Indonesia keluar dari krisis Utangnya.

Lintasberita