Hari ke-3 Konflik Thailand-Kamboja, 11 Orang Tewas

Perang antara Thailand dengan Kamboja, memasuki hari ketiga. Pertempuran yang pecah hari ini menambah jumlah prajurit tewas di kedua belah pihak yang sedang bersengketa garis perbatasan itu menjadi 11 orang.

Menurut berita yang dilansir Reuters, rentetan senapan dan ledakan arteleri medan sejak pagi, Minggu (24/4/2011), terdengar dari wilayah perbatasan tempat militer dua negara sedang berhadapan. Menjelang siang suasana berangsur mereda dan dilaporkan jumlah total korban tewas bertambah dari 10 menjadi 11 prajurit.

Untuk mencegah jauhnya korban jiwa dari warga sipil, militer Thailand mengungsikan warga dari sejumlah desa di wilayahnya. Bersama dengan hewan ternaknya, warga kini berlindung di barak pengungsian yang sebagian dibangun di bawah tanah.

Pihak militer Kamboja menuding komandan lapangan militer Thailand memerintahkan penggunaan bom gas beracun. Tabung berisi gas beracun ditembakkan menggunakan meriam arteleri medan dan dijatuhkan melalui serangan pesawat tempur ke wilayah pertahanan militer Kamboja.

Tudingan tersebut spontan dibantah oleh pemerintah Thailand. Sebagaimana dilansir oleh situs thailandnews.net, Menlu Kasit Piromya menegaskan militer Thailand tidak pernah menggunakan bom gas beracun atau senjata kimia dalam bentuk apa pun serta tidak melancarkan serangan udara dalam perang melawan Kamboja.

“Militer kami sama sekali tidak melakukan serangan udara. Tudingan bahwa kami menggunakan gas beracun juga tidak benar,” tegas Menlu Piromya.

Konflik perbatasan dua negara anggota ASEAN itu sudah berlangsung sejak 2008, tak lama setelah PBB menetapkan kuil Preah Vihear sebagai salah satu warisan dunia. Daerah di mana kuil yang merupakan peninggalan abad ke-11 itu berdiri, berada di wilayah Thailand.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyerukan gencatan senjata dan kedua pihak agar serius kembali ke meja perundingan untuk menemukan penyelesaian yang efektif. Dia juga mendesak ASEAN terlibat untuk menyudahi konflik antara dua negara anggotanya.

Indonesia yang bertugas memediasi konflik ini telah mempertemukan kedua pihak di Bogor.

Sumber : Detik