Modus Perekrutan NII KW 9: Tawaran Kerja hingga Responden Penelitian

Ada banyak cara yang dilakukan Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah (NII KW) 9 untuk merekrut anggota baru. Ada yang berkedok menawarkan pekerjaan dan ada pula yang merekrut anggota baru dengan cara meminta jadi responden penelitian.

“Modus perekrutannya berbeda-beda, tergantung targetnya. Mahasiswa dan buruh tentu berbeda. Kalau buruh biasanya modusnya tawaran kerja,” ujar mantan Camat Tebet NII KW 9, Anto, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (27/4/2011).

Pendatang baru, menurutnya, jadi target yang disukai perekrut anggota NII. Biasanya mereka beroperasi di terminal atau di stasiun. Setelah mengamati target, mereka lantas mendatanginya.

“Biasanya target ditanya asalnya dari mana. Misalnya dari Kebumen. Lalu pura-pura berasal dari daerah yang sama. Karena sama-sama sekampung diajak berteman lalu diajak kumpul-kumpul dengan teman sekampung,” tutur Anto.

Nah, saat kumpul-kumpul itulah, target diberi pengetahuan-pengetahuan terkait NII. Secara intens target diajak bertemu, lalu diajak menginap di beberapa tempat untuk semakin menguatkan ideologi NII, setelah itu barulah target dibaiat.

“Buruh juga ada yang direkrut, tapi mungkin tidak terekspose. Kalau mereka pendatang kan jauh dari keluarga, sehingga ketika sempat menghilang maka tidak ada yang khawatir, sehingga tidak terekspose,” tambah Anto.

Sedangkan modus perekrutan di kalangan mahasiswa, ada yang dengan modus menjadikan target sebagai responden suatu penelitian. Cara lainnya adalah dengan mengatakan kepada target bahwa teman mereka baru saja pulang dari mengikuti seminar menarik di luar negeri.

“Ada yang pura-pura sedang penelitian lalu butuh responden, nah saat itulah dipakai untuk merekrut,” ucapnya.

Dulu, perekrutan mahasiswa dilakukan satu lawan satu, artinya satu orang menghadapi satu target. Ternyata cara ini banyak gagalnya, banyak yang menolak dan bahkan membocorkan rahasia perekrut ke teman-temanya.

“Gagal karena malah bilang ke teman-temannya kalau si A mengajarkan ajaran sesat dan sebagainya. Makanya lebih dipilih 4 lawan 1. Misalnya awalnya diajak jalan-jalan teman, lalu bertemu dengan perkrut lainnya,” jelas Anto.

Saat menjelaskan hal-hal terkait ide NII, biasanya perekrut melakukannya di tempat makan di mal. Karenanya orang-orang tidak akan curiga.

“Orang awam melihatnya sedang menjelaskan multi level marketing (MLM) padahal NII,” ucap Anto.

Sumber : Detik

Lintasberita & Tutorialblogging