Polri: Pepi Fernando Pernah Masuk NII

Mabes Polri mengungkap sedikit demi sedikit sosok Pepi Fernando, tersangka otak teror bom buku dan Serpong. Pepi diketahui pernah bergabung dengan jaringan Negara Islam Indonesia (NII).

“Dia pernah masuk jadi aktivis NII tahun 1998,” kata Kabagpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (27/4/2011).

Keikutsertaan Pepi tidak berlangsung lama. Dalam tahun yang sama, Pepi juga keluar dari organisasi tersebut.

“Dia memutuskan pisah dan berjalan sendiri,” jelasnya.

Tak banyak cerita sejauh mana Pepi berkecimpung di NII. Boy mengatakan penyidik masih mendalami keterkaitannya.

“Kita masih dalami,” imbuhnya.

NII saat ini menjadi sorotan menyusul terkuaknya sejumlah aksi penipuan dengan kedok doktrin agama. Ideologi NII yang ingin mendirikan daulah Islamiyah awalnya diperkenalkan oleh Kartosoewirjo dan kini disebut-sebut tidak laku lagi. Menurut sejumlah peneliti, NII “gadungan” yang ada sekarang lebih bermotif materi.

Pepi Fernando adalah sarjana Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah. Dia disangka sebagai otak teror bom buku dan Serpong. Pepi pernah menjadi pekerja infotainment dan sutradara independen. Dia juga bermaksud memfilmkan serangan bom yang dirancangnya. Saat ini Pepi resmi ditahan Mabes Polri bersama istrinya Deny Carmanita.

Pada penggeledahan 23 April di rumah Pepi di Bekasi, polisi menemukan sejumlah barang bukti dari rumah kontrakan mertua Pepi ini. Barang bukti yang dikantongi polisi adalah 1 granat nanas, 1 buah campuran adonan bahan peledak diameter 3 cm, casing bom model roket belum terisi siap jadi casing bom, bom model kaleng 5 buah dan 1 buah sudah siap dengan isi, bahan bom yang sudah jadi 2 buah, casing bom model kotak 1 buah, solder 1 buah, potongan pipa besi, timer jam dinding.

Sumber : Detik

Lintasberita & Tutorialblogging