Peran KUR Terhadap Perkembangan UKM di Indonesia

Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah program pemerintah dalam wujud pinjaman produktif bagi pelaku Usaha Kecil Mikro (UKM). Program ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2007 namun karena beberapa pertimbangan pada tahun 2014 yang lalu sempat dihentikan. Alasan utama dihentikannya KUR yakni telah tercapainya target penyaluran serta ada indikasi ketidaktepatan penyaluran. Pada akhir tahun 2014 tepatnya tanggal 15 Desember pemerintah Jokowi-JK memutuskan untuk melaksanakan kembali Kredit Usaha Rakyat pada tahun 2015 dengan suku bunga 21% per tahun.

peran kur terhadap UKM

Seiring perkembangan kebijakan, pada bulan Juni 2015 melalui sidang pleno terbatas Komite KUR bersama pemerintah memutuskan untuk menurunkan suku bunga kredit usaha rakyat menjadi 9% pertahun.  Selain suku bunga lebih rendah dana yang dianggarkan dalam penyaluran KUR juga ditambah dengan target Rp 100 Triliun s/d Rp 120 Triliun. Langkah ini diambil berlandaskan pada UU No. 20 Tahun 2008 tentang kewajiban pemerintah dalam penciptaan iklim usaha sekaligus pertimbangan bahwa UKM di Indonesia merupakan penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi dan layak diprioritaskan dalam kebijakan perekonomian.

Pada tahun 2016 ini penyaluran dana KUR dilakukan melalui lembaga keuangan baik bank maupun non bank seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, dan lain sebagainya. Dengan banyaknyaa perbankan penyalur selanjutnya dikenal luas tentang KUR BRI (http://www.kurbri.com/) , KUR Mandiri, KUR BNI, dan lain sebagainya.

Tujuan dan Pengelompokan Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Tujuan dari pelaksanaan kembali program redit usaha rakyat yakni memberikan akses pembiayaan bagi pelaku usaha skala kecil, mikro, dan menengah guna meningkatkan usahanya sehingga mampu meningkatkan persaingan di tengah berkembangnya Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Dengan perkembangan tersebut harapannya UKM di Indonesia mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak lagi sehingga dapat membantu negara dalam mengentaskan kemiskinan dan menekan angka pengangguran.

Secara garis besar pengelompokan penyaluran KUR terbagi menjadi 4 jenis yakni KUR Mikro, KUR Ritel, KUR Penempatan TKI, dan KUR lain sesuai ketentaun Komite Kebijakan termasuk di dalamnya pembiayaan bagi usaha ekspor serta masyarakat yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

KUR Mikro

Ditujukan kepada para pelaku usaha mikro dengan jumlah pinjaman pling banyak Rp 25.000.000 dan jangka waktu pembiayaan paling lama 3 tahun untuk modal kerja, serta 5 tahun untuk pembiayaan investasi. Syarat utama pelaku usaha yang berhak mendapatkan kredit jenis mikro ini salah satunya telah menjalankannya sekurang-kurangnya selama 6 bulan.

KUR Ritel

DItujukan pada pelaku usaha mikro dan menengah dengan jumlah pinjaman di atas Rp 25.000.000 dan paling banyak Rp 500 Juta. Adapun jangka waktu maksimal pembiayaan yang diberikan yakni 4 tahun untuk jenis modal kerja, 5 tahun untuk pembiayaan investasi, dan 10 tahun untuk jenis pembiayaan investasi khusus.

KUR Penempatan TKI

Ditujukan bagi calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang memenuhi syarat dengan maksimal pinjaman Rp 25.000.000 dan jangka waktu pembiayaan selama 3 tahun dan atau tidak melebihi kontrak kerja yang telah ditandatangani.

KUR Khusus

KUR Khusus merupakan layanan khusus sesuai dengan Kebijakan Koordinator Bidang Perekonomian yang meliputi pendanaan terhadap usaha ekspor, pendanaan modal usaha bagi tenaga kerja yang terkena PHK, pendanaan bagi keluarga TKI, dan lain sebagainya.

Peran KUR terhadap Perkembangan UKM

Secara umum peran KUR terhadap perkembangan UKM di Indonesia dapat kita kelompokan menjadi 3 tingkatan yakni memberikan kemudahan dalam mendapatkan pendanaan, meningkatkan daya saing UKM, dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Berikut penjelasannya:

Kemudahan pelaku usaha dalam mendapatkan pinjaman modal kerja.

Seperti yang kita ketahui syarat pengajuan KUR (http://www.kurbri.com/2016/08/syarat-pengajuan-kur-bri-2017.html) relatif mudah dipenuhi oleh para pelaku UKM di Indonesia. Hal ini secara otomatis memberikan kemudahan pula terhadap mereka dalam mencari pinjaman modal kerja. Dengan demikian Program KUR mampu memberikan kontribusi cukup baik khususnya bagi usaha skala kecil mikro yang mana selama ini terkendala masalah persyaratan dalam mengajukan kredit produktif ke pihak Bank karena belum Bankable.

Meningkatkan daya saing UKM.

Tahun 2016 menjadi tantangan tersendiri bagi UKM di Indonesia karena di tahun ini Program Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) mulai dilaksanakan. Meski tidak terlihat secara signifikan setidaknya program KUR dapat meningkatkan daya saing UKM di tengah berkembangnya MEA. Dengan demikian pemerintah sedikit banyak mampu menciptakan iklim usaha yang kondusif terhadap perkembangan internasional.

Meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Bukan rahasia lagi jika UKM di Indonesia memberikan cukup banyak kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja. Bayangkan saja  setiap tahun lembaga pendidikan meluluskan peserta didik dengan jumlah luar biasa baik di tingkat Sekolah Menengah Atas maupun se tingkat Perguruan Tinggi. Sayangnya selama ini lapangan pekerjaan di Indonesia belum mampu menyerap setengah dari SDM yang ada apalagi 100% dari setiap lulusan. Kredit Usah Rakyat secara tidak langsung membantu UKM tetap bertahan dan berkembang sekaligus menciptakan peluang lebih besar dalam penyediaan lapangan pekerjaan di dalam negeri.

Walaupun belum sempurna, Peran KUR Terhadap Perkembangan UKM di Indonesia memang cukup besar dampaknya. Dengan terlaksananya Program KUR tahun ini ada baiknya evaluasi terhadap sistem regulasi serta skema penyaluran lebih diprioritaskan lagi sehingga pada tahun 2017 mendatang pelaksanaan program ini dapat berjalan lebih baik serta lebih tetap sasaran.