Polisi Blitar Buru Pencuri di Rumah Ibunda SBY

Rumah orangtua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Jl Bali No 30 RT 01/RW 5, Kelurahan Karangtengah, Sananwetan, Kota Blitar, Jatim, disatroni pencuri. Kendati  tak sempat menyelinap masuk ke rumah itu namun pencuri berhasil menyikat empat ban mobil milik penjaganya,  anggota Polres Blitar, Doni Irawan (26).

Sampai Kamis (19/5/2011) polisi masih mengusut kasus tersebut, Adapun
akibat ulah sang pencuri, mobil Sedan Soluna dengan nopol N 787 PF miil Doni ndeprok ke tanah. Namun oleh pelakunya, body mobil itu diganjal dengan batu batako sehingga tak menyentuh tanah. Mudahnya pelaku beraksi karena mobil itu tak dimasukkan ke dalam garasi melainkan diparkir depan garasi atau di pelataran rumah yang ditempati SBY semasa kecilnya.

Kasus pencurian ini dilaporkan ke Polres Blitar Kota, Rabu (18/5) siang. Namun informasinya, pencurian sendiri terjadi Selasa (17/5) dini hari sewaktu ditinggal korban tidur.

Hasil olah TKP petugas, diduga pelaku masuk ke pelataran rumah yang lama ditempati ibu SBY, Hj Habibah ini dengan cara melompat pagar besi setinggi 1,5 meter. Sebab, tak ada kerusakan pada pagarnya, termasuk gemboknya tetap terkunci seperti semula.

Informasinya, rumah itu sudah lama kosong sejak ditinggal Hj Habibah pindah ke rumah SBY di  Cikeas. Selama ini, rumah yang belum direhab dan dibiarkan seperti ketika SBY belum jadi Presiden itu hanya dijaga Doni dan istrinya, Shinta (25). Shinta  diketahui masih saudara dekat SBY sehingga bersama suaminya disuruh menjaganya dan sekaligus menempatinya. Termasuk kalau malam juga tidur di rumah itu.

Selama dijaga Doni tak pernah ada kejadian apapun apalagi pencurian karena memang semua orang Blitar tahu kalau itu rumah orang nomer satu di Indonesia. Baru kali ini terjadi pencurian. Itu pun yang dicuri ban mobil milik penjaganya.

Informasinya, malam sebelum kejadian, Doni bersama istrinya sempat jalan-jalan dan pulang sekitar pukul 22.00 WIB. Tiba di rumah, mereka langsung masuk, sedang mobilnya diparkir seperti biasanya yakni di samping rumah dengan posisi membelakangi pintu masuk. Namun malam itu, tak langsung tidur melainkan masih santai dengan melihat televisi dan baru tidur tengah malam.

Saat melihat televisi itu, Doni kebablasan tidur hingga tak mendengar kalau ada pencuri menggasak empat ban mobilnya. Itu baru diketahui korban sekitar pukul 06.00 WIB atau beberapa jam setelah bangun.

Tahunya korban bukan karena tahu sendiri namun diberi tahu temannya. Informasinya, pagi itu Doni ditelepon temannya yang sedang jogging dan kebetulan melintas di depan rumah yang menghadap ke utara itu. Saat melihat keempat ban mobil Doni tak terpasang, temannya mengira kalau bannya akan diganti. Namun setelah menelpon Doni dan dijawab tak ada rencana menggantinya, temannya baru kaget.

Karuan Doni sendiri langsung buru-buru mengeceknya. Begitu tahu mobilnya diganjal batako karena keempat bannya hilang, anggota Polres Blitar yang bertugas di Samsat ini baru sadar kalau rumah yang dijaganya itu telah disatroni maling. Dugaannya, pelaku hanya sengaja mengincar ban mobil saja karena tak ada kerusakan pada pintu atau jendela rumah, untuk dipakai masuk pelakunya.

AKP Purdiyanto, kasat Reskrim Polres Blitar Kota, mengatakan, kasus itu tak ada kaitannya dengan rumah pejabat. Itu hanya pencurian ban mobil. “Tolong, jangan dikaitkan dengan rumah siapa pun karena memang yang hilang hanya ban,” ujarnya singkat, Rabu (18/5).

Lintasberita from Tribun