Polisi Yogya Tembak Mati Pencuri Helm

Anggota Tim Buru Sergap (Buser) Polresta Kota Yogyakarta, Bripta Yohanes Tomi Astanto, luka parah akibat dibacok setelah memergoki dua pemuda mencuri helm di kawasan Godean, Kabupaten Sleman, DIY, Rabu (18/5) dini hari. Namun ia bisa menembak mati satu di antara pemuda itu, dan menembak kaki pemuda lainnya.

Tomi mengami luka bacok di dahi dan jari manis serta jari tengah. Dua jari di  tangan kiri tersebut  hampir putus. Saat ini ia dirawat intensif di Rumah Sakit (RS) Panti Rapih Yogyakarta.

Informasi yang diperoleh Tribun Jogja, kejadian bermula saat Tomi hendak pulang ke rumahnya, di kawasan  Godean, Rabu (18/5) sekitar pukul 03.30. Saat itu ia naik sepeda motor Honda Vario Nopol AB 2402 CQ.

Saat melintas di depan Warnet A&B Yoshimi Net Cave, di Jl Godean Km 7,5 Dusun Pete, Sidomulyo, Godean, ia curiga melihat pria yang belakangan diketahui bernama SG (21), warga Kemusuk Kidul, Sedayu, Bantul. SG duduk di atas sepeda motor Yamaha Mio Nopol  AB 2981 RK sambil membawa karung.

Anggota Buser tersebut menghentikan motornya, dan menghampiri SG. Bersamaan dengan itu, kawan SG, KD (21), keluar dari warnet. Ia baru saja mencuri helm merek BMC seharga Rp 200.000  milik penjaga warnet, Arif Susanto (23), warga Tebon, Sidoluhur, Godean. Melihat rekannya dihampiri, KD melemparkan helm curiannya ke Tomi.

Tomi pun menoleh, dan SG menyabetkan golok yang ia bawa. Tomi berusaha menangkis, namun dua jari tangan kirinya justru terluka parah sehingga nyaris putus. Merasa terdesak, Tomi mengeluarkan postolnya, melepaskan dua tembakan ke kaki SG tetapi meleset dan hanya kena  celana SG.

SG kemudian membacok kepala Tomi, kena dahi kiri. Tomi melepaskan tembakan lagi, kali ini tepat di dada kiri SG sehingga terkapar dan akhirnya tewas di lokasi kejadian. Tomi juga melepaskan dua kali tembakan ke kaki KD, yang saat itu hendak kabur. KD pun tumbang.

Mendengar lima kali suara tembakan, penjaga warnet, Arif, pun  berlari keluar warnet. “Sewaktu saya keluar, saya melihat dua orang terkapar. Anggota polisi yang dibacok masih bisa berdiri, dia berteriak minta untuk segera dilaporkan ke polsek,” kata Arif.

Tak lama kemudian beberapa anggota Polsek Godean datang ke lokasi. Mereka membawa jenazah SG ke RSUP Dr Sardjito, dan membawa KD ke RS Bhayangkara Polda DIY. Adapun  Tomi dilarikan ke RS Panti Rapih.

Ditemui Tribun Jogja di sela-sela proses olah tempat kejadian perkara (TKP), Kapolres Sleman, AKBP Irwan Ramaini,  menjelaskan bahwa SG dan KD merupakan residivis. Ia pun mengucapkan terima kasih atas peran serta masyarakat dalam kasus tersebut. “Terima kasih kepada warga masyarakat yang bertindak cepat melaporkan kasus ini ke polisi, dan ikut membantu membawa ketiganya ke rumah sakit,” ujar Irwan.