Setjen DPR Diminta Membenahi Sistem Internet

TEMPO Interaktif, Jakarta РAnggota Komisi Pertahanan dan Luar Negeri DPR, Roy Suryo, meminta pemimpin DPR segera mereformasi Sekretariat Jenderal DPR. Hal itu dia sampaikan menanggapi insiden surat elektronik (surel) Komisi8@yahoo.com yang menimpa rombongan kunjungan kerja Komisi VIII di Australia.

Menurut Roy, insiden memalukan itu sebenarnya tak disebabkan oleh kesalahan anggota rombongan yang memang tidak mengetahui alamat surel resmi komisi. “Itu akibat tenaga ahli salah memberikan alamat surel komisi,” kata Roy dalam sidang paripurna, Senin, 9 Mei 2011. “Tenaga ahli itu bernama Astri.”

Roy minta pemimpin DPR mereformasi Setjen DPR karena selama ini belum menyosialisasikan surel resmi ke seluruh anggota dewan. Sejten juga dinilai tak memperhatikan perawatan sistem informasi teknologi (IT) sehingga keamanannya diragukan. “Kalau pemimpin tak mereformasi kesetjenan, situs DPR bisa disusupi hacker, besok-besok ada harian yang mendapat kiriman konten porno dari situs dpr.go.id,” kata Roy.

Menurut dia, Setjen mempunyai anggaran Rp 9,75 miliar untuk biaya administrasi internet DPR. Dengan anggaran sebesar itu, Roy minta Setjen bisa mengelola IT DPR lebih baik. “Jangan kemudian ditimpakan pada anggota dewan,” katanya.

Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, seluruh anggota Dewan nantinya dalam penyaluran aspirasi menggunakan situs¬†www.dpr.go.id, lewat surel, dan pesan pendek (SMS). Setjen DPR, kata dia, sedang menata sistem IT DPR yang memang berantakan sejak dibuat 11 tahun lalu. “Dalam bulan ini semoga selesai dan tiap anggota DPR dapat email resmi,” kata dia.

http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/05l

Rp 9,75 miliar ?, Jangankan mau buka email buat nerima keluhan masyarakat, hapal aja engga, 9,75 milyar buat apaan kalau gitu.

Lintasberita