NII KW 9 Kirim Wanita Berjilbab ke SPBU & ATM untuk Cari Dana

Beragam cara yang dilakukan Negara Islam Indonesia (NII) KW 9 untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Salah satu yang dilakukan adalah dengan mengirim wanita berjilbab ke aneka tempat umum seperti SPBU dan ATM untuk meminta dana kepada masyarakat, dengan berkedok yayasan panti asuhan.

“Untuk mencari dana, NII KW 9 mengirimkan wanita berjilbab ke tempat-tempat umum seperti SPBU dan ATM. Mereka mengaku sebagai utusan yayasan yatim piatu. Mereka mengedarkan amplop kosong dan meminta orang untuk mengisinya,” kata mantan Camat NII KW 9 wilayah Tebet, Sukanto, kepada detikcom, Rabu (27/4/2011).

Pria yang biasa dipanggil Anto ini mengaku memantau sendiri kehadiran petugas yayasan asli tapi palsu alias aspal tersebut. Mereka beroperasi di sekitar Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Mereka berani menggunakan nama yayasan asli beraktekan notaris. Bahkan mereka mengontrak sebuah rumah untuk dijadikan kantor yayasan. Fisiknya benar ada tapi dana yang terkumpulkan 90 persen untuk membiayai NII. Hanya 10 persen yang digunakan untuk administrasi yayasan,” imbuhnya.

Menurut Anto, modus tersebut mulai digunakan NII KW 9 sejak tahun 1996 dan meledak di tahun 2004 pasca bencana tsunami yang melanda Aceh. Saat bencana tersebut, yayasan abal-abal itu merengkuh dana hingga miliaran rupiah.

“Melihat hal itu, NII KW 9 menggalakkan kembali modus yayasan abal-abal untuk mencari dana. Gerakannya dilakukan serentak di SPBU dan ATM yang tersebar di berbagai wilayah seperti Solo, Malang dan Jakarta,” tutup Anto.

Sumber : Detik

Lintasberita & Tutorialblogging