Suka dan Duka Mahasiswa Rantau

Ada satu hal yang unik di setiap kampus, dimanapun itu, di angkatan berapapun, yakni adanya mahasiswa rantau. Menjadi mahasiswa rantau adalah suatu tantangan besar bagi seseorang. Diterima kuliah di suatu universitas di luar kota jauh dari rumah membuat seseorang mau tak mau harus menerima status barunya sebagai mahasiswa rantau. Nggak mungkin kan, kamu akan pulang setiap hari kalau jarak rumah dengan kampusmu ratusan kilometer?
merantau
Apa sih yang unik dari mahasiswa rantau? Tentu saja menjadi mahasiswa rantau bukanlah hal biasa yang mudah untuk dijalani. Bayangkan saja kamu harus beradaptasi mulai dari nol untuk bisa bertahan hidup di lingkungan barumu, lingkungan perantauanmu. Semua harus kamu mulai dari awal, untuk belajar kebudayaan baru, kebiasaan baru, teman-teman baru, dan lingkungan tempat tinggal yang baru. Itulah yang membuat mahasiswa rantau unik, karena mereka memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan mahasiswa yang bukan perantau.
Mari kita bahas satu per satu semua hal yang berhubungan dengan mahasiswa rantau.
Pertama adalah mahasiswa rantau membutuhkan persiapan yang lebih banyak untuk memulai masa kuliahnya. Ya…tentu saja karena mereka akan tinggal jauh dari rumah, jauh dari keluarga dan akan sendiri mengarungi hari-hari di kota besar yang asing baginya.
Ada banyak persiapan yang harus mulai dipikirkan segera setelah menerima pernyataan bahwa kamu diterima di suatu universitas yang jauh dari tempat tinggalmu. Hal utama yang harus dipikirkan adalah dimana kamu akan tinggal nanti? Di tempat seperti apa kamu akan tidur? Di kamar yang seberapa luas kamu akan menjalani hari-harimu? Fasilitas apa saja yang kamu butuhkan untuk bisa menjalani hari-harimu dengan nyaman?
Yup…kamar indekos atau rumah kontrakan. Ini adalah dua pilihan yang bisa menjadi tempat tinggalmu kelak saat kamu menjadi mahasiswa rantau. Ada kelebihan dan ada kekurangan dari masing-masing tempat tinggal ini. Kalau kamu memilih indekos, maka kamu bisa memiliki kamar pribadi yang hanya ditempati dirimu seorang.
Kamu juga bisa memilih yang kamar mandinya ada di dalam kamar atau di luar kamar. Tapi, dengan memilih kamar indekos biasanya kamu akan jarang bersosialisasi dengan teman-teman sekitar karena mereka juga akan sibuk dengan kegiatannya dan beristirahat di kamar mereka masing-masing. Beda ceritanya kalau kamu memilih mengontrak rumah dengan teman-temanmu yang asalnya sama denganmu. Kamu bisa mengontrak satu rumah untuk beberapa orang. Kamu bisa berbagi kamar dengan mereka dan tidak akan merasa kesepian. Tapi kamu akan menemukan banyak konflik di sini.
Tinggal serumah dengan orang lain meskipun itu teman sendiri tetap memungkinkan kamu untuk memiliki konflik dengan mereka. Bisa jadi karena kebiasaan yang saling bertentangan satu sama lain. Bisa juga karena sikap yang kurang menyenangkan kalau sama-sama sedang dalam keadaan bad mood. Kalau sudah begini bisa-bisa persahabatanmu dengan mereka malah akan retak.
Memilih tempat tinggalmu ketika menjadi mahasiswa rantau juga harus mempertimbangkan lokasi dan jarak dari kampus. Usahakan untuk memilih tempat tinggal yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kampus. Tujuanmu menjadi mahasiswa rantau kan untuk mendekati kampus supaya lebih mudah akses ke kampus jadi jangan malah menyulitkan diri dengan memilih tempat tinggal yang jauh dari kampus.
Selain jarak, pertimbangkan juga lingkungan sekitarnya. Jangan memilih tempat tinggal yang untuk mencapainya harus melewati gang-gang sempit yang kalau malam tidak ada penerangan. Pilih saja tempat tinggal yang mudah dilalui kendaraan dan selalu ramai oleh orang supaya kalau kamu pulang seorang diri kamu akan selalu merasa aman.
Keamanan juga penting sekali untuk dipertimbangkan. Mahasiswa rantau selalu menjadi sasaran empuk bagi para pencuri dan orang-orang jahat. Kalau menjadi mahasiswa rantau, usahakan kamu memastikan lingkungan tempat tinggalmu itu dijaga keamanannya. Misalnya kamu pilih saja tempat tinggal yang lokasinya selalu dijaga oleh satpam atau siapapun yang penting ada pelayanan keamanan di sana.
Selesai memilih tempat tinggal, kamu harus mulai memikirkan apa saja yang akan dibawa untuk memenuhi kamarmu. Perlengkapan yang dibutuhkan oleh mahasiswa rantau akan lebih banyak daripada mahasiswa yang tidak merantau. Selain itu mahasiswa rantau juga akan membutuhkan biaya yang jauh lebih besar daripada yang tidak merantau. Tentu saja, karena kamu harus membawa perlengkapan untuk hidup sehari-hari. Bisa jadi kamu malah akan memindahkan semua isi kamarmu ke dalam kamar indekosmu yang baru di tempat rantaumu.
Membuat daftar barang apa saja yang kamu butuhkan dan apa saja yang akan kamu bawa akan sangat membantu. Buat daftar dengan cara mengurutkan mulai dari yang sangat penting, penting, sampai ke perlengkapan tambahan yang kalaupun tidak ada juga tidak akan masalah. Contoh barang-barang yang diperlukan oleh mahasiswa rantau adalah seperti rice cooker, rak sepatu, dispenser, teko, water heater, microwave kalau perlu, dan perlengkapan pribadi lainnya yang sifatnya benar-benar personal.
Apa lagi ya yang dibutuhkan mahasiswa rantau sebelum pergi meninggalkan kampung halamannya?
Yup…itu dia, mental! Menjadi mahasiswa rantau membutuhkan mental yang sangat kuat. Kamu akan menjalani kehidupan yang benar-benar berbeda dari hidupmu sebelumnya di rumah. Kamu akan menjalani dua tekanan yang sama-sama beratnya. Yaitu tekanan perkuliahan di kampus mulai dari masalah pergaulan, dosen, mata kuliah, tugas-tugas dan masih banyak lagi.
Yang kedua adalah tekanan yang datang dari tuntutan untuk menjalani kehidupan dengan mandiri di tempat rantaumu. Percayalah, kalau kamu lupa tidak menyiapkan mental yang kuat maka kamu tidak akan bertahan satu bulan saja di tempat rantaumu tanpa menangis.
Menjadi mahasiswa rantau berarti kamu harus tinggal jauh dari keluarga. Tidak melihat wajah ayah dan ibumu juga adik atau kakakmu setiap pagi. Kamu akan bangun dengan melihat langit-langit kamar yang sunyi dan bersih. Kamu akan mendapati dirimu sendiri setiap hari di dalam kamar indekosmu yang mungil. Karena itulah mental juga harus dipersiapkan sejak kamu memutuskan untuk menjadi mahasiswa rantau. Jika kamu tergolong anak yang manja maka tinggalkan segera sifatmu itu. Jadilah mandiri dengan mulai belajar untuk melakukan apapun seorang diri.
Satu hal yang membuat mahasiswa rantau dipandang sebagai pribadi yang kuat dan tegar adalah karena mereka para perantau ini harus bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri, tanpa bantuan keluarga. Masalah yang menghampiri mahasiswa rantau bukan hanya masalah tentang perkuliahan dan tugas-tugas yang menumpuk tetapi juga tentang masalah pergaulan dan lingkungan tempat tinggal yang baru. Ketika kamu sudah menjadi mahasiswa rantau, maka secara otomatis kamu sudah tumbuh menjadi individu mandiri yang berdiri di atas kaki sendiri untuk menyelesaikan semua permasalahan yang menerpamu.