UMY Kembangkan Alat Deteksi Dini Tanah Longsor

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengembangkan alat deteksi dini tanah longsor yang mampu mendeteksi curah hujan dan tekanan air dalam tanah.

“Alat itu juga dilengkapi sensor yang akan mengeluarkan suara nyaring seperti sirine ketika tanah bergerak dalam jarak tertentu,” kata dosen Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Iswanto di Yogyakarta, Kamis.

Selain sirine, menurut dia, alat itu juga akan langsung mengirimkan pesan melalui “sms” yang melaporkan potensi tanah longsor. Untuk mencegah respons atau jaringan “sms” yang padat, alat itu juga dilengkapi fungsi telepon.

Dengan demikian, ketika terjadi potensi longsor alat itu langsung menghubungi nomor telepon yang sebelumnya sudah disimpan dan diatur cara kerjanya. Misalnya, nomor telepon kepala desa atau aparat desa yang lain.

“Kami berharap melalui alat tersebut korban jiwa akibat tanah longsor dapat ditekan. Melalui alat itu diharapkan tidak banyak korban jiwa ketika terjadi tanah longsor karena sudah diberikan peringatan terlebih dulu,” katanya.

Ia mengatakan, tanah longsor merupakan salah satu bencana yang rawan terjadi di Indonesia, sehingga diperlukan alat yang mampu mendeteksi tanah longsor yang dapat menekan atau mencegah terjadinya korban jiwa.

Selama ini alat-alat deteksi longsor cenderung mahal sehingga tidak semua lapisan masyarakat yang tinggal di daerah longsor dapat memiliki alat tersebut.

“Oleh karena itu, diperlukan alat deteksi longsor yang lebih terjangkau masyarakat dengan deteksi yang lebih akurat,” katanya.

Menurut dia, alat deteksi longsor biasanya hanya memberikan informasi mengenai curah hujan kemudian dipasang kamera yang akan menampilkan jika terjadi longsor. Hal itu selain kurang efektif, harganya juga cenderung belum terjangkau masyarakat.

“Dalam hal ini diperlukan alat yang lebih efektif dan terjangkau sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi lebih dini terkait tanah longsor. Alat seperti itu yang saat ini kami kembangkan,” katanya.

Disalin Kembali Oleh Lintasberita